Tanjungpandan – Festival Laskar Pelangi yang diadakan pada hari sabtu (21/6/2014) berlangsung sangat meriah sekali. Festival yang berlangsung di Landmark kota Tanjungpandan yakni Simpang Lima Bundaran Batu Satam ini menyuguhkan tari kolosal “Pendulang Timah” yang berisikan ratusan anak-anak sebagai salah satu content “andalan” acara.

Ratusan pelajar yang merupakan gabungan dari 12 SMP di Tanjungpandan berkumpul di salah satu titik kawasan Wisata Tanjungpendam, Sabtu (21/6) sekitar pukul 14.30. Ratusan pelajar ini dilumuri kaolin dan pewarna yang terdiri dari warna-warna pelangi.

Ratusan pelajar ini bakal terlibat dalam Tarian Kolosal Pendulang Timah yang disebut-sebut melibatkan setidaknya 700 penari. Koordinator Tarian Pendulang Timah Alex mengatakan start akan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB, dari kawasan Pantai Wisata Tanjungpendam menuju kawasan Bundaran Tugu Satam.

Tari kolosal ini terlihat sangat “mewarnai” kota Tanjungpandan. Tarian ini juga mampu menarik animo masyarakat lokal dan wisatawan yang sedang berkunjung ke Belitung untuk berduyun-duyun datang dan menyaksikan tarian ini. Festival ini berlangsung sebagai peringatan untuk hari jadi kota Tanjungpandan.

Berdasarkan gladi resik beberapa waktu lalu, tarian yang merupakan satu dari sejumlah bagian FLP Puisi dan Jazz 3 itu terdiri dari tiga gerakan, diantaranya teriakan “kung kang kung”, gerakan mendesis seperti ular, dan teriakan “heee haaa” yang berulang-ulang.

Kemeriahan event ini terlihat dari membludaknya penonton yang hadir pada event ini. Event yang juga menampilkan Group Tutur Dul Muluk, Puisi, Kesenian Barongsai, Jazz Performance dari Andrea Hirata dan Meda ini memang menjadi salah satu event “special” untuk menarik wisatawan datang dan berkunjung ke Belitung.

Belitung yang terkenal dengan pulau-pulau eksotis dan pantai-pantai yang menawan selama ini menjadi destinasi favorite tujuan dari setiap wisatawan yang datang ke Belitung, sehingga event seperti ini bisa menjadi nilai tambah untuk tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata Belitung di kemudian harinya.

Penulis : Endro