Pemerintah Indonesia telah resmi menetapkan Tanjung Kelayang dan Juru Seberang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata yang berarti Kabupaten Belitung akan mendapat kucuran dana 18 Trilyun untuk membangun kawasan tersebut menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata. Hal ini juga berarti akan ada percepatan pembangunan yang akan terjadi di Kabupaten Belitung yang APBD setiap tahunnya hanya mencapai dikisaran angka 1 Trilyun, sehingga Kabupaten Belitung akan memangkas pembangunan selama 18 tahun menjadi beberapa tahun saja dan hal ini sungguh-sungguh menjadi harapan seluruh masyarakat Kabupaten Belitung untuk melihat Kabupaten Belitung tumbuh dan berkembang menjadi sebuah daerah maju dan berkembang layaknya destinasi-destinasi wisata yang telah terlebih dahulu maju dan terkenal seperti Bali dan lain-lainnya.

Kabupaten Belitung Timur yang menjadi Kabupaten tetangga dari Kabupaten Belitung wajib untuk memanfaatkan momentum ini. Sebuah langkah harus diambil untuk mengejar “ketertinggalan” dari Kabupaten Belitung. Ada beberapa hal yang dapat menjadi masukan untuk Kabupaten Belitung Timur dalam mengejear “ketertinggalan” ini. Salah satu diantaranya adalah menarik dana APBN untuk masuk ke Kabupaten Belitung Timur. Kabupaten Belitung Timur sudah harus memulai membuat sebuah study tentang kekuatan dan kelemahan dari sektor Pariwisata Belitung dan Belitung Timur. Kemudian Kabupaten Belitung Timur harus lebih cerdas didalam menangkap peluang dari ditetapkan nya Tanjung Kelayang dan Juru Seberang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata dimana kabupaten Belitung nantinya akan dibangun sebuah Bandara Internasional yang menjadi pintu gerbang masuknya Jutaan Wisatawan ke Belitung.

Secara geografis Pulau Belitung memiliki posisi yang sangat strategis jika ingin dikembangkan menjadi sebuah destinasi wisata. Hal ini seharusnya mendorong Kabupaten Belitung Timur untuk berpkir cerdas dan efektif yaitu dengan memanfaatkan KEK dan letak geografis Pulau Belitung didalam membangun Pariwisata Belitung Timur. Perlu kita ketahui bersama, membangun Pariwisata itu tidak harus bermodalkan alam yang bagus, dan memiliki budaya yang hebat.
Yang dibutuhkan hanyalah kreatifitas dan keahlian didalam menangkap peluang dan mengemasnya menjadi sebuah produk unggulan.

Salah satu yang dipercaya akan berkembang dikemudian hari adalah Wisata MICE. Tentu banyak orang yang belum mengerti apa itu Wisata MICE. MICE adalah singkatan dari Meeting, Incentive, Confrence, dan Exhibition. Dunia MICE merupakan dunia bisnis yang sangat menjanjikan namun masih sangat baru dalam masyarakat. Dan faktanya sampai detik ini telah banyak daerah dan negara lain yang mulai mengembangkan MICE menjadi wisata unggulan daerah dan negara tersebut seperti Provinsi Riau, Negara Thailand dan Singapura.

Menurut Pendit (1999:25), MICE diartikan sebagai wisata konvensi, dengan batasan: usaha jasa konvensi, perjalanan insentif, dan pameran. Merupakan usaha dengan kegiatan memberi jasa pelayanan bagi suatu pertemuan sekelompok orang (negarawan, usahawan, cendikiawan dsb) untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama.

Sedangkan menurut Kesrul (2004:3), MICE sebagai suatu kegiatan kepariwisataan yang aktifitasnya merupakan perpaduan antara leisure dan business, biasanya melibatkan sekelompok orang secara bersama-sama, rangkaian kegiatannya dalam bentuk meetings, incentive travels, conventions, congresses, conference dan exhibition.

Sebagai perbandingan, Thailand tahun ini menyambut lebih dari 14.000 delegasi Cina untuk acara Infinitus Overseas Training 2016, yang diperkirakan akan menghasilkan devisa sebesar US$37 juta.

Berlatar belakang peluang di wisata MICE ini seharusnya Kabupaten Belitung Timur menyusun sebuah program pembangunan yang matang sesuai dengan keinginan dari Pemerintah Pusat untuk membangun wisata MICE itu sendiri. Dengan adanya keinginan dari Pemerintah Pusat tersebut diperkirakan Kabupaten Belitung Timur tidak akan sulit mendapatkan kucuruan dana APBN didalam membangun wisata MICE di Kabupaten Belitung Timur.

Program pembangunan untuk menunjang wisata MICE tersebut diantara lainnya adalah :

1. Membangun pembangkit tenaga listrik baru di Kabupaten Belitung Timur. Pembangkit tenaga listrik ini bisa dibangun di dekat pelabungan ASDP Manggar, mengingat ketersedian lahan dan akses yang mudah jika ingin dibangun PLTU atau PLTG.
2. Membuat moda transportasi Kereta Cepat yang menghubungkan Bandara Has. Hanandjoedin dan Kota Manggar, sehingga jarak tempuh dari Bandara Has. Hanadjoedin ke Kota Manggar bisa dipangkas menjadi hanya puluhan menit saja. Serta memperbaiki dan memperlebar jalan raya.
3. Membuat Peraturan Daerah untuk memberikan kepastian hukum terhadap para Investor sehingga para Investor akan merasa ada kemudahan dalam berinvestasi, baik kemudahan pengurusan izin dan insentif pajak.
4. Membuat Peraturan Daerah mengenai kawasan yang tidak dikembangkan akan dikenakan pajak 10 kali seperti yang diterapkan oleh Pemerintah DKI Jakarta terhadap pemilik gedung-gedung tua di Jakarta. Sehingga kawasan yang terbengkalai seperti kawasan Oliepier dan Bukit Samak bisa digunakan untuk mendukung wisata MICE ini.
5. Mendirikan SMK Pariwisata dan Balai Pelatihan Tenaga Kerja di bidang Pariwisata, serta mendorong dibangunnya Fakultas Pariwisata Universitas Bangka Belitung untuk mempersiapkan SDM untuk mendukung wisata MICE ini.
6. Membuat program “1 Home and 1 Homestay” dan memberikan pelatihan serta bantuan kepada masyarakat yang belum mampu dalam bentuk Kredit Ringan. Serta membatasi jumlah perizinan pembangunan Hotel, sehingga masyarakat Belitung Timur tidak hanya menjadi penonton ketika wisata MICE ini telah tumbuh dan berkembang.
7. Membuat Pelabuhan Marina sebagai pendukung wisata Mice ini. Sehingga akan ada tambahan gerbang masuk wisatawan mancanegara ke Pulau Belitung dan Kabupaten Belitung Timur pada khususnya, mengingat posisi strategis yang kita miliki.
8. Merenovasi Stadion Sepakbola Belitung Timur menjadi sebuah stadion yang mampu menggelar Exhibition dan Pertunjukan berskala Internasional.
9. Membangun Convention Centre berselera Internasional.
10. Mendirikan BUMD Pariwisata sebagai mitra dari Perusahaan Swasta dalam mengembangkan industri MICE ini.
11. Membangun dermaga di Pulau-Pulau kecil yang potensial.

Adapun beberapa kawasan yang bisa dikembangkan oleh para Investor adalah :

1. Kawasan Burung Mandi, disini bisa dibangun Hotel.
2. Kawasan Pantai Serdang, dan Pantai Nyiur Melambai disini bisa dibangun Pusat Hiburan.
3. Kawasan Pantai Oliepier, disini bisa dibangun Hotel dan Pusat Permainan seperti Water Boom berselera Internasional.
4. Kawasan Bukit Samak, disini bisa dibangun Hotel, dan Pusat Informasi Wisata.
5. Sirkuit Pulau Dapor, untuk menggelar Kejuaran Internasional Motorcross.
6. Kawasan Desa Lenggang, disini bisa dibangun Hotel dan Museum Timah berselera Internasional.
7. Kawasan Pantai Punai, disini bisa dibangun Resort dan Private Villa.
8. Dan beberapa lahan kritis eks tambang yang bisa dibangun menjadi sebuah venue kompetisi Internasional di beberapa bidang olahraga yang mampu menyedot ribuan wisatawan mancanegara seperti halnya sirkuti F1 Jalan raya yang dimiliki Singapura. Apakah kurang menarik jika ada sebuah venue yang dikelilingi “danau” dengan air berwarna hijau dan biru ditambah dengan pepohonan dan rumput hijau9.
9. Dan beberapa Pulau-Pulau Kecil yang dapat dibangun Resort, Private Villa dan Pusat Konservasi.
10. Kawasan Open Pit Kelapa Kampit, disini bisa dibangun Museum Sejarah Perusahaan Tambang terbesar di Dunia, dan kawasan Outbond berselera Internasional.

Wisata MICE adalah pilihan yang tepat untuk diambil oleh Kabupaten Belitung Timur dalam membangun Pariwisata di Belitung Timur, sehingga nantinya Wisata MICE ini akan terhubung dengan Pariwisata yang ada di Kabupaten Belitung yang lebih mengandalkan keindahan alam.

Jika wisatawan hendak mengadakan aktivitas Meeting, Incentive, Conference, Exhibition, Menonton Konser, dan Kompetisi bertaraf Internasional,  maka pergilah ke Kabupaten Belitung Timur. Dan jika mereka hendak menikmati keindahan alam khas Pulau Belitung maka pergilah ke Kabupaten Belitung untuk sekedar melihat pemandangan dari atas Menara Mercusuar, snorkeling, menikmati pemandangan Bebatuan Granite raksasa maka pergilah ke kawasan Tanjung Kelayang dan Tanjung Tinggi. Atau hanya sekedar ingin menikmati suasana seperti “Gili-nya Lombok” dengan berkunjung ke Pulau Lima yang ada di Kabupaten Belitung. Sehingga semuanya akan terkoneksi dengan baik diantara Pariwisata di dua Kabupaten ini.

Semoga Wisata MICE ini bisa menjadi jawaban dan solusi dari kurangnya lapangan pekerjaan yang ada di Kabupaten Belitung Timur. Begitu juga Wisata MICE ini menjadi jawaban untuk memperlama waktu tinggal wisatawan yang berkunjung ke Belitung. Sehingga Pendapatan Asli Daerah daerah sektor Pariwisata ini semakin besar. Sekarang semuanya kita kembalikan kepada Kabupaten Belitung Timur itu sendiri, apakah masih mau berpikir konvensional dengan “menjual” hutan dan lautnya untuk ditambang. Atau membangun sebuah sektor ekonomi berkelanjutan bernama Wisata MICE ini.

Ditulis oleh : Endro Siswono ( Putra Daerah dan Pelaku Wisata Belitung )