Tanjungpandan – Sarasehan Pariwisata 2016 yang mengambil tema “Pariwisata Adalah Kita” yang diselenggarakan oleh DPC Himpunan Pramuwisata Cabang Belitung pada hari Kamis, 2 Juni 2016 di Pondok Kelapa Resto berlangsung menarik. Acara ini turut pula dihadiri oleh Wakil Bupati Belitung Bapak Erwandi A Rani, Wakil Ketua DPRD Belitung Bapak Isyak Meirobie, Pelaku Wisata Belitung, Organisasi Lingkungan Hidup Gapabel, dan Perwakilan dari beberapa maskapai Penerbangan tanah air.

Acara ini dibuka oleh ketua DPC Himpunan Pramuwisata Bangka Belitung Bapak Agus Pahlevi. Pada sambutan nya Bapak Agus Pahlevi mengajak seluruh Pelaku Wisata Belitung untuk bersama-sama menjadi moderator pada acara ini dan berdiskusi demi kemajuan Pariwisata Belitung. Bapak Suyanto Hadinoto yang juga merupakan GM Lorin didaulat untuk menjadi moderator sekaligus sebagai ice breaker pada kegiatan ini. Dalam paparannya, beliau mengutarakan mengenai pertumbuhan Industri Pariwisata Belitung baik dari meningkatnya jumlah kunjungan, meningkatnya jumlah kamar hotel, meningkatnya usaha Travel Agent, meningkatnya Jasa Transportasi, dan meningkatnya usaha Kuliner dan peran serta Masyarakat didalam memajukan Pariwista Belitung. Dalam kesempatan kali ini beliau juga menghimbau untuk senantiasa menjaga laut dan terumbu karang, karena Wisata Bahari adalah wisata unggulan Belitung. Selain itu, Bapak Suyanto juga memaparkan beberapa potensi Wisata seperti Wisata Sejarah, Wisata Religi, dan Wisata Halal. Beliau juga memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung untuk segera melakukan pengembangan terhadap destinasi wisata di Belitung. Beliau juga mengajak Pelaku Wisata untuk bersama-sama mengedukasi Masyarakat untuk semakin Sadar Wisata, dan mendukung program Sapta Wisata. Pada kesempatan berikutnya, Bapak Agus Pahlevi mengutarakan bahwa ada tantangan besar bagi Pelaku Wisata Belitung seiring dengan dimulai nya MEA ( Masyarakat Ekonomi Asean ), beliau mengajak kepada seluruh Pelaku Wisata Belitung untuk bersama-sama meningkatkan kualitas diri agar siap bersaing.

Sementara itu Bapak Isyak Meirobie mengutarakan setelah KEK ditetapkan, Pemerintah dan Legistalif harus lebih tanggap dalam menyikapi keputusan ini dan segera menterjemahkan KEK kepada masyarakat agar masyarakat tidak berpikir liar mengenai KEK tersebut. Beliau juga memberikan masukan agar keluarnya Perda mengenai pemberlakuan penggunaan bahasa lokal terhadap pekerja asing seperti yang diterapkan oleh Pemerintah Provisi Jawa Timur dalam memproteksi pekerja lokalnya terhadap serbuan pekerja asing.

Danu yang menjadi perwakilan Gapabel pada kesempatan kali ini mengajak seluruh Pelaku Wisata Belitung untuk tidak takut dan anti terhadap Gapabel, karena Gapabel tidak anti Pariwisata. Danu mengajak seluruh Pelaku Wisata Belitung untuk komitmen terhadap lingkungan. Pada kesempatan kali ini Danu juga mengutarakan Gapabel terbuka untuk berdiskusi mengenai lingkungan hidup dan menjalin komunikasi dengan seluruh Pelaku Wisata Belitung. Danu juga mengutarakan tentang perlunya didirikan satu Fakultas Pariwisata oleh UBB di Kabupaten Belitung.

Bapak Erwandi A Rani selaku Wakil Bupati Belitung mengharapkan Gapabel tetap berjalan pada jalurnya untuk memimpin pengawalan terhadap Lingkungan Hidup di Belitung, beliau juga berharap seluruh Pelaku Wisata Belitung dapat mengedepankan kejujuran, keramah tamahan, dan kebersamaan didalam menjalankan aktivitas kepariwisataan.

Acara ini ditutup dengan sesi photo bersama dan penyerahan hasil Sarasehan ini yang diserahkan oleh Bapak Agus Pahlevi kepada perwakilan Pemerintah Daerah dan Legislatif Kabupaten Belitung.

Penulis : Admin